
Mbak Tri (41 tahun) sejak kecil mengalami Cerebral Palsy — kondisi yang membuatnya tidak bisa berjalan dan berbicara. Selama puluhan tahun, ia dirawat penuh oleh kedua orang tuanya yang kini berusia 73 tahun.
Meski terbatas secara fisik, Mbak Tri punya semangat besar untuk hadir di kajian rutin disabilitas. Kajian ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sumber ilmu, penguat iman, dan ruang silaturahmi yang membuatnya merasa tidak sendirian.

Namun, kendala besar ada pada transportasi.
Lokasi kajian berpindah-pindah, kadang hingga 10 km dari rumah. Ayahnya yang sudah renta harus memboncengkan dengan motor, yang tentu berisiko dan sangat melelahkan. Sementara penghasilan beliau hanya dari antar jemput anak sekolah, dan sang ibu sudah tidak bekerja.
Karena itu, melalui program Wakaf Sepeda Roda 3, kita bisa bersama-sama menghadirkan solusi.
Dengan sepeda listrik roda tiga, orang tua Mbak Tri bisa lebih aman mengantarnya, dan Mbak Tri tetap bisa hadir menuntut ilmu serta menjaga ukhuwah dengan komunitas disabilitas.

✨ Mengapa Anda Harus Ikut Wakaf Ini?
🤲 Mari titipkan wakaf terbaik Anda untuk menghadirkan sepeda roda 3 bagi Mbak Tri.
InsyaAllah, setiap langkahnya menuju kajian akan menjadi jalan pahala yang mengalir tanpa henti.
Rasulullah ï·º bersabda:
"Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim)
![]()
Menanti doa-doa orang baik